Lagi-lagi Aku Mengagumi Suamimu
Setelah makan, kami pergi ke kolam renang umum, tempat yang sering kami kunjungi di masa SMA dulu.
Farhan sangat suka berenang, saat dia melepas kaus dan menunjukkan tubuhnya yang berotot, aku tak bisa menahan diri untuk mengamati.
Kulitnya yang coklat keemasan, otot-otot yang terbentuk rapi, dan sikap percaya diri yang dia tunjukkan membuatku tertegun sejenak.
Aku tak bisa memungkiri, Farhan tampak sangat menawan. Dan ketika dia melangkah ke tepi kolam, aku merasa sedikit terbawa suasana.
Tanpa ragu, dia langsung meluncur ke dalam air, gerakannya lincah dan cekatan, seperti seorang atlet profesional.
Tubuhnya meluncur dengan sempurna, menggores permukaan air dengan keahlian yang jelas terlihat.
Birni duduk di tepi kolam, menonton dengan bangga, sementara aku hanya bisa memperhatikan dari kejauhan.
Farhan mengayunkan kakinya dengan ritme yang luar biasa, menunjukkan keahlian renangnya yang tak terbantahkan.
Setiap gerakan tangan dan kakinya terkoordinasi dengan sempurna, menciptakan aliran yang hampir tak terlihat.
Aku tahu renang sangat bermanfaat bagi tubuh, tapi melihatnya secara langsung membuatku lebih mengagumi olahraga ini.
Renang memang dikenal sebagai latihan kardio yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki sirkulasi darah.
Selain itu, setiap gerakan otot yang dilibatkan, dari kaki hingga lengan, dapat membantu membentuk tubuh menjadi lebih bugar dan proporsional.
Farhan sepertinya tahu betul bagaimana memanfaatkan olahraga ini untuk menjaga kesehatan dan kebugarannya.
Setiap putaran tubuhnya di dalam air terlihat begitu luwes dan penuh kontrol.
Itu bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga kedisiplinan dan fokus yang terjalin dalam setiap gerakan.
Ketika Farhan selesai berputar dan kembali ke tepi kolam, tubuhnya tampak segar dan penuh energi.
Dia menghapus air dari wajahnya dengan tangan yang besar, lalu tersenyum santai.
"Ini salah satu cara aku menjaga kesehatan tubuh," katanya dengan suara yang tenang.
Aku merasa canggung, namun juga terpesona. Aku sadar, perasaan aneh yang datang padaku bukan hanya tentang kagum pada fisiknya, tapi juga pada caranya mengendalikan tubuhnya dengan begitu sempurna.
Namun, aku juga sadar, perasaan ini bukanlah sesuatu yang harus dibiarkan berkembang.
Birni menatap suaminya dengan penuh kebanggaan, dan aku hanya bisa tersenyum kaku. Dalam hati, entah kenapa, aku merasa ada sesuatu yang tak bisa kujelaskan.
Itu bukan sekadar rasa kagum biasa. Mungkin ada rasa iri yang perlahan tumbuh.
Aku berusaha mengabaikannya, tapi perasaan itu semakin jelas terasa. Jiwa botiku kian meronta.
Posting Komentar untuk "Lagi-lagi Aku Mengagumi Suamimu"