Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Top-ku anak SMP





Aku tidak pernah menyangka bahwa pertemuan tak terduga bisa membawa warna baru dalam hidupku. 

Semuanya berawal dari sebuah warung kopi kecil di pinggir jalan, tempatku sering menghabiskan waktu sepulang kerja. 

Suatu sore, saat aku sedang asyik menikmati secangkir kopi hitam, seorang remaja dengan seragam SMP mendekatiku, kami memang janjian untuk bertemu dari aplikasi pelangi.

“hai kak,” sapanya.

Aku mengangguk, memberinya izin. Dia memperkenalkan diri sebagai Baril, siswa kelas 2 SMP. 

Awalnya, obrolan kami ringan, tentang sekolah, hobi, dan musik. Namun, tiba-tiba dia berkata, “Kak, aku sebenarnya seorang seme.”

Aku terkejut. “Seme?"

Baril mengangguk serius. “Iya, Kak. Aku tahu ini mungkin terdengar aneh, tapi aku serius. Aku sedang belajar banyak hal tentang diri sendiri.”

Aku tersenyum, mencoba memahami. “Oke, tapi kamu masih muda, Baril. Banyak hal yang masih harus kamu pelajari.”

Dia mengangguk lagi, matanya bersinar penuh semangat. 

“Makanya, aku senang ketemu Kakak. Kakak kan dulu anak IPA, ya? Aku penasaran sama hal-hal biologis, terutama tentang organ reproduksi pria.”

Aku tertawa kecil. “Wah, kamu memang unik, Baril. Oke, aku akan jelaskan, tapi dengan syarat kamu harus serius dan tidak malu bertanya.”

Baril mengangguk antusias. “Siap, Kak!”

---
Aku mulai menjelaskan dengan bahasa yang sederhana. “Nah, Baril, organ reproduksi pria itu terdiri dari beberapa bagian penting. Pertama, ada *testis*, yang berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron. Testis ini berada di dalam *skrotum*, yaitu kantung di bawah penis.”

Baril mengernyitkan dahi. “Kenapa testis harus ada di kantung, Kak? Kenapa tidak di dalam tubuh saja?”

“Pertanyaan bagus,” jawabku. “Testis perlu berada di luar tubuh karena suhu di dalam tubuh terlalu panas untuk produksi sperma. Suhu di skrotum lebih dingin, sehingga sperma bisa diproduksi dengan baik.”

“Oh, jadi itu fungsinya!” Baril mengangguk paham. “Terus, Kak, apa fungsi penis?”

“Penis adalah organ yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma dan urine. Di dalam penis, ada saluran yang disebut *uretra*. Nah, sperma yang diproduksi di testis akan melalui saluran lain, yaitu *vas deferens*, sebelum akhirnya keluar melalui uretra.”

Baril terdiam sejenak, mencerna penjelasanku. “Jadi, sperma itu seperti ‘bibit’ ya, Kak? Untuk membuat bayi?”

“Tepat sekali!” aku menjawab. “Sperma adalah sel reproduksi pria yang akan bertemu dengan sel telur wanita untuk membentuk embrio. Proses ini disebut pembuahan.”

"Kalau kita sesama pria?"

Aku terdiam, kami saling menatap dan melempar senyum.

---
Setelah menjelaskan dasar-dasarnya, obrolan kami pun semakin mendalam. Baril menceritakan bahwa dia sering membaca buku dan artikel tentang biologi, meskipun kadang merasa bingung. 

“Aku suka belajar hal-hal baru, Kak. Tapi, kadang aku malu bertanya ke guru atau teman.”

Aku tersenyum. “Tidak perlu malu, Baril. Justru dengan bertanya, kamu bisa lebih paham. Kamu sudah cukup dewasa untuk memikirkan hal-hal seperti ini.”

Baril mengangguk, wajahnya serius. “Makasih, Kak. Aku senang bisa ngobrol sama Kakak. Kakak kayak kakak sendiri buat aku.”

Aku merasa terharu. “Sama-sama, Baril. Kamu juga mengingatkanku pada masa SMP dulu, penuh rasa penasaran dan semangat belajar.”

---
Sejak pertemuan itu, aku dan Baril sering bertemu di warung kopi yang sama. Kami berdiskusi tentang banyak hal, mulai dari biologi, kehidupan, hingga impian masa depan. 

Meskipun usianya masih muda, Baril memiliki pemikiran yang matang dan wawasan yang luas. Aku bangga bisa menjadi bagian dari proses belajarnya.

"Kak mau coba?" tanya Baril.

Terkesan lucu, namun ada gemuruh pemasaran dalam diriku, selama ini aku memang jadi boti, tapi main sama anak SMP?

-00-

Boril merebahkan diri dan telanjang, penisnya sudah keras, badannya slim dan terlihat segar.

Aku awali dengan mengulum penisnya yang kaku seperti kayu, keras sekali, pasti enak, batinku.

Aku penasaran, dan tibalah saat lubangku merasakan batang keras itu, ah... masuk dengan mudah setelah dibaluri pelumas dan dibungkus kondom.

"Enak anjiirrrr..."

Aku naik turun, Baril mengerang, lalu aku rebahan di kasur dan Baril menyetubuhiku dari atas.

"Anjing anak SMP jago banget lu."

Aku merasakan nikmat sepanjang permainan ini, lubangku terkoyak manja, denyutan nyaman saat menggesek prostat di dalam.

Aku mendekap tubuh Baril yang berkeringat, dia masih menggenjotku dengan ekspresi wajah keenakan, nyaris tak ada dialog, hanya saling mendesah dan menghayati.

Posting Komentar untuk "Top-ku anak SMP"